Daily Views

Bursa Hari Ini

Friday , 01 Mar 2024 07:23

Global Update

Bursa Wall Street kompak ditutup menguat dengan S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi didukung saham teknologi terkait AI, sementara data inflasi dan komentar dari pejabat Federal Reserve membantu membentuk ekspektasi mengenai waktu penurunan suku bunga bank sentral. Indeks Dow Jones menguat 0,12% atau 47,37 poin atau 38.996,39. Indeks S&P naik 0,52% atau 26,51 poin atau 5.096,27. Indeks Nasdaq naik 0,9% atau 144,18 poin atau 16.091,92. Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS melaporkan inflasi PCE pada Januari lalu naik tercatat 2,4% YoY dan mencapai 0,3% MoM. Angka bulanan lebih tinggi dari periode Desember 2023 yang tumbuh 0,1%, namun secara tahunan lebih rendah dari Desember 2023 yang tumbuh 2,6%. Angka ini juga sudah sesuai dengan ekspektasi pasar, yang memperkirakan inflasi PCE tumbuh 0,3% MoM dan 2,4% YoY. Hal ini membuat pelaku pasar telah memundurkan ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed), dari sebelumnya pada Mei 2024 menjadi ke Juni 2024.  Dari Asia, China akan merilis data PMI manufaktur) periode Februari 2024 pada hari ini. Diketahui, PMI Manufaktur NBS resmi di China berada di 49,2 pada Januari 2024, sesuai dengan perkiraan pasar dan sedikit lebih tinggi dari level terendah 6 bulan di Desember di 49,0.

Market Movement

IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah 0,17% ke posisi 7.316,11. IHSG masih bertahan di level psikologis 7.300. Nilai transaksi IHSG pada kemarin mencapai sekitar Rp 16 triliun. Investor asing mencatatkan kembali penjualan bersih (net sell) mencapai Rp 640,29 miliar di seluruh pasar. Secara sektoral, sektor teknologi menjadi penekan terbesar IHSG pada akhir perdagangan kemarin, yakni sebesar 1,9%. Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus ketentuan ambang batas parlemen atau parliamentary thresholdsebesar 4% suara sah nasional karena dinilai tidak sejalan dengan prinsip kedaulatan rakyat, keadilan pemilu, dan melanggar kepastian hukum yang dijamin oleh konstitusi. Namun, penghapusan ambang batas parlemen 4% itu belum berlaku untuk Pemilu 2024, melainkan pada Pemilu 2029. Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data inflasi Februari 2024 pada hari ini, Jumat (1/3/2024). Secara historis, inflasi Indonesia akan mencapai puncak pada Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Bila harga pangan belum juga turun maka inflasi Maret bisa semakin melonjak. Konsensus memperkirakan inflasi Februari 2024 akan mencapai 0,25% MoM dan 2,63% YoY, dan inflasi inti mencapai 1,7% YoY pada Februari. Purchasing Manager's Index (PMI) versi S&P Global pada Februari lalu juga akan dirilis pada hari ini.  IHSG berpeluang menguat terbatas pada hari ini.

Berita Emiten

Friday , 01 Mar 2024 07:25

ITMG Genjot Produksi Tahun 2024

ITMG menargetkan penjualan 24,9-25,6 juta ton batu bara sepanjang 2024. Proyeksi itu, melesat 19,1-22,48% dibanding hasil penjualan 2023 tercatat 20,9 juta ton. Manajemen juga menganggarkan belanja modal senilai USD96,5 juta untuk sepanjang tahun 2024. Nilai belanja modal untuk sektor batu bara itu setara dengan 68 persen dari total anggaran belanja modal tahun 2024.
 


ANJT Targetkan Produksi TBS Meningkat 6% pada 2024

ANJT berupaya menggenjot produksi Tandan Buah Segar dan minyak sawit mentah pada tahun 2024 ini. Perseroan memproyeksikan produksi TBS akan meningkat sebesar 6% dibandingkan tahun 2023. Manajemen target peningkatan ini akan didukung oleh peningkatan produksi dari kebun muda di Papua Barat Daya, serta tanaman hasil replanting yang sudah memasuki usia menghasilkan. Harapan manajemen bahwa volume pembelian TBS luar akan meningkat dan mampu mencapai volume produksi CPO di atas 300.000 mt di tahun ini


CUAN Rampungkan Akuisisi Anak Usaha INDY

CUAN mengumumkan berhasil menyelesaikan proses akuisisi atas anak perusahaan INDY, yaitu Multi Tambangjaya Utama. Adapun jumlah saham yang dijual mencapai 2,26 miliar saham, mewakili 100% kepemilikan tidak langsung INDY. Transaksi penjualan saham ini mencapai total nilai sebesar US$ 203 juta. Indika Capital Investments dan CUAN juga telah mencapai kesepakatan untuk segera menyelesaikan pengalihan seluruh hak dan kewajiban Indika Capital Investments berdasarkan Perjanjian Jasa Pemasaran yang ditandatangani pada 25 Juni 2012, dengan nilai transaksi sebesar US$ 15 juta.

PALM Bakal Fokus Investasi di Tiga Sektor pada 2024

PALM fokus mengembangkan portofolio investasi di tiga sektor, yakni sumber daya alam, teknologi, media dan telekomunikasi, dan/atau logistik. PALM juga akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Provident Investasi Bersama Tahap II Tahun 2024 dengan nilai Rp 1,25 triliun. PALM ini secara keseluruhan memiliki target dana yang dihimpun sebesar Rp 5 triliun. Seluruh dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi ini akan digunakan untuk dua hal utama. Pertama, akan digunakan untuk melakukan pembayaran dipercepat atas pokok utang Perseroan kepada Bank UOB. Sisa dana akan digunakan oleh Perseroan dan/atau Perusahaan Anak untuk mengembangkan portofolio investasi dalam bentuk pembelian saham.

  

 

INPP Alokasikan Capex Rp1T Tahun Ini

INPP secara resmi menyatakan bahwa perseroan akan mengalokasikan capital expenditure sebesar Rp1 triliun pada 2024. Capex yang dialokasikan ini cukup besar mengingat saat ini perseroan tengah gencar melakukan ekspansi. Alokasi ini akan membangun di Semarang, Bandung, Jakarta, dan Balikpapan. perseroan berencana untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi pada tahun 2024. Salah satu proyek utama yang sedang dalam pengembangan adalah mixed use 23 Semarang, yang sudah dimulai sejak Oktober 2023.

 


Sumber: Emitennews, Investor Daily, Kontan, Detik Finance, Bisnis Indonesia, CNBC Indonesia