Daily Views

Bursa Hari Ini

Friday , 14 Jun 2024 08:16

Global Update

Bursa Wall Street secara umum bergerak dalam zona hijau. Indeks Dow Jones melemah 0,17% atay 65,11 poin ke 38.647,1. Artinya, Dow Jones sudah melemah selama tiga beruntun. Indeks Nasdaq menguat 0,34% atau 59,12 poin ke 17.667,56 sementara indeks S&P 500 menanjak 0,23% atau 12,71 poin ke 5.433,74. S&P 500 dan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi setelah naik selama empat hari beruntun. Di antara saham-saham, Broadcom menguat 12,8% setelah meningkatkan perkiraan pendapatan untuk chip AI dan mengumumkan pemecahan saham, sementara Nvidia naik 3,5%. Tesla naik 2,7% menyusul persetujuan pemegang saham atas paket gaji Elon Musk senilai $56 miliar. Sebaliknya, Virgin Galactic turun 14,2% menyusul pengumuman tentang reverse stock split. Pada Kamis malam (13/6/2024), Departemen Tenaga Kerja AS merilis data klaim pengangguran mingguan yang berakhir pada 1 Juni 2024, tercatat ada 242.000 klaim. Angka ini secara tidak terduga malah naik dari pekan sebelumnya sebanyak 229.000 dan berbalik arah dari ekspektasi yang proyeksi turun ke 225.000 klaim. Kondisi ini menunjukkan ada sedikit pendinginan pada pasar tenaga kerja AS setelah pada akhir pekan lalu mencetak kenaikan tidak terduga Non Farm Payroll (NFP). Setidaknya data klaim pengangguran memberikan gambaran lebih jauh terkait pasar tenaga kerja. Pelaku pasar mempertimbangkan data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dibandingkan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Laporan indeks harga produsen  melandai ke 2,2% YoY pada Mei 2024, dari 2,3%YoY pada April 2024. Secara bulanan, PPI melandai ke 0% pada Mei 2024, dari 0,5% pada April 2024. Fokus tertuju pada pengumuman data soal ekspektasi konsumen sampai ekspektasi inflasi bulan Juni oleh Michigan University.  Michigan University membuat proyeksi ekspektasi konsumen untuk bulan Juni masih akan berada di zona ekspansif, pada level 70, naik dibandingkan sebelumnya sebesar 68,8. Sementara untuk inflasi Juli diharapkan akan stagnan di 3,3%, sama seperti bulan Mei. Dari regional, hari ini Bank sentral Jepang atau Bank of Japan (BoJ) akan merilis keputusan terkait kebijakan moneter suku bunga. Sejauh ini pasar ber-ekspektasi akan tetap dipertahankan dalam suku bunga ultra longgar di 0,1%.

Market Movement

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau kembali berakhir di zona merah pada perdagangan kemarin, Kamis (13/6/2024). Hingga akhir perdagangan, IHSG ditutup terpangkas 0,27% ke posisi 6.831,56. Sepanjang perdagangan kemarin, namun secara menyeluruh, IHSG bergerak di zona hijau. IHSG pun kembali gagal untuk menembus lagi level psikologis 6.900. Tercatat sektor bahan baku menjadi penekan terbesar IHSG di akhir perdagangan, yakni mencapai 0,73%. Investor asing masih mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 879,21 miliar di pasar reguler. Hari ini akan ada acara Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2024. Acara ini bakal menjadi rapat terakhir bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di penghujung masa kepemimpinan-nya. Dalam dua tahun terakhir, inflasi pangan melonjak karena melambungnya harga bahan pangan mulai dari beras, minyak sayur, cabai, gula hingga telur ayam. Inflasi kelompok bergejolak yang didominasi pangan menembus 8,14% (yoy) pada Mei, jauh di atas target BI dan pemerintah yakni 4-5%. Pada hari ini masih ada  38 emiten akan melakukan aksi korporasi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), beberapa diantaranya bahkan melakukan RUPS Luar Biasa (RUPSLB). IHSG berpeluang bergerak sideways pada hari ini.

Berita Emiten

Friday , 14 Jun 2024 08:17

PWON Belanjakan Rp 323 Miliar untuk Konstruksi Tiga Proyek

PWON telah merealisasikan belanja modal hingga kuartal I-2024 sebesar Rp 323 miliar, atau mencerminkan 14,8% dari alokasi capex perseroan pada tahun ini sebesar Rp 2,71 triliun. Pengeluaran belanja modal pada tiga bulan pertama tahun ini dikucurkan untuk membiayai proyek konstruksi Pakuwon Mall Bekasi, Pakuwon City Mall tahap 3, dan pembelian tanah di area Pakuwon City. PWON juga menyetujui pembagian dividen tunai dari tahun buku 2023 sebesar Rp 433 miliar atau Rp 9 per saham, lebih tinggi dari Dividend per Share (DPS) tahun sebelumnya sebesar Rp 6,5 per saham.

 

MIKA Bidik Pertumbuhan Pendapatan 15% pada 2024

MIKA menargetkan pertumbuhan pendapatan dobel digit pada tahun 2024. Manajemen menargetkan hingga akhir tahun 2024 ini, MIKA dapat mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 12,5% - 15% dengan EBITDA margin di kisaran 35,5% - 37%. Manajemen juga menyebutkan untuk strategi pada tahun ini masih dari peningkatan volume pemulihan pasien dan juga kontribusi rumah sakit baru. Rencana ekspansi MIKA pada tahun 2024 adalah melakukan ground breaking untuk rumah sakit baru. MIKA akan menjalankan proyek ground breaking tahun 2024 ini untuk pembukaan di tahun 2025 mendatang. 


 

BELI Dapat Restu Terbitkan 9,4 Miliar Saham Lewat Private Placement

BELI berencana untuk menerbitkan saham baru maksimal 7,63% dari modal ditempatkan dan disebut penuh BELI atau sebanyak-banyaknya 9,4 miliar saham. Program ini akan terbagi menjadi dua, ertama, dalam bentuk kepemilikan saham manajemen dan karyawan. Dalam program MESOP, BELI akan menerbitkan maksimal 4,5 miliar saham. Ini setara dengan 3,65% dari modal ditempatkan dan disebut penuh, selain itu menerbitkan 4,9 miliar saham baru dengan skema penambahan modal atau setara 3,89% dari modal ditempatkan.

Siapkan Right Issue, FITT Incar Rp72,6M

FITT berencana melakukan right issue. Dalam penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu itu, Perseroan akan menghimpun dana segar dari hasil aksi korporasi tersebut sebesar Rp72,6 miliar. Perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 726.130.199 saham baru. Itu berarti 50,00% dari modal ditempatkan disetor penuh Perseroan setelah PMHMETD I, dengan nilai nominal Rp100 setiap saham. Saham FITT ditawarkan dengan Harga Pelaksanaan Rp100 setiap lembar. Dengan demikian, diperkirakan Perseroan akan menghimpun dana segar dari hasil aksi korporasi tersebut sebesar Rp72.613.019.900. Dana akan digunakan untuk modal kerja

 

Laba Melesat 68 Persen di Q1, LTLS Tambah Modal Kerja Lewat Obligasi

LTLS merilis kinerja keuangan kuartal I-2024 dengan hasil yang positif. Perusahaan berhasil membukukan peningkatan pendapatan sebesar 3,50% menjadi Rp 1,92 triliun dibandingkan dengan kuartal I-2023. Laba bersih perusahaan juga melonjak 68,7% secara yoy menjadi Rp 88,19 miliar dari Rp 52,28 miliar pada periode yang sama tahun lalu. LTLS berencana melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan IV (PUB IV) dengan target dana sebesar Rp 1 triliun. Sebagai bagian dari PUB IV, LTLS akan menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan IV Lautan Luas Tahap I Tahun 2024 dengan nilai pokok maksimum Rp 300 miliar dan tingkat kupon antara 8,00% - 8,75%.

 


Sumber: Emitennews, Investor Daily, Kontan, Detik Finance, Bisnis Indonesia, CNBC Indonesia