Hot Topics & Opinion

Investor Asing Mulai Balik Badan?

Wednesday, 28 Feb 2024

Euphoria hasil Pilpres tampaknya telah berakhir. Setidaknya hal ini ditunjukkan oleh aksi jual oleh investor asing dalam empat hari terakhir. Nilainya lumayan masif sebesar Rp3,33 triliun. Aksi jual ini memang tidak sampai menimbulkan kepanikan karena IHSG masih bertahan disekitar rekor tertingginya. Namun jika perilaku investor asing ini terus berlanjut bukan tidak mungkin IHSG akan runtuh juga. Tidak dalam waktu dekat karena musim pembagian dividen jumbo dari saham-saham sektor perbankan dan otomotif belum dimulai.

Pertanyaannya kenapa investor asing begitu cepat berubah haluan. Bukankah hasil Pilpres telah memenuhi harapan pasar. Berlangsung satu putaran dan dimenangkan oleh pasangan terafiliasi dengan pemerintahan incumbent. Sehingga investor dapat berharap adanya kepastian hukum dan kebijakan ekonomi. Memang benar disatu sisi ketidakpastian kebijakan hukum dan ekonomi dapat diakhiri. Namun kini muncul ketidakpastian baru sebagai dampak janji kampanye Prabowo-Gibran.

Program makan siang dan susu gratis kepada 82 juta penduduk telah banyak menuai kritik dan kekhawatiran ekonom, pengamat dan lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah membuat indikasi awal bahwa defisit APBN akan membengkak hingga 2,8% dari GDP. Angka tersebut berhimpitan dengan batas maksimal defisit yang diperkenankan oleh Undang-Undang Keuangan Negara yang sebesar 3%. Apakah pemerintahan mendatang dapat mengelola APBN secara akuntabel dan prudent masih tanya tanya besar.

Keraguan wajar karena pemerintah masih memiliki ambisi lain seperti meneruskan pembangunan proyek-proyek infrastruktur. Kemudian Prabowo semasa menjadi Menteri Pertahanan juga diketahui sangat menyedot keuangan negara untuk belanja alat pertahanan. Jika bukan karena Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan menahan ambisi tersebut, tentu struktur APBN negara tidak akan sesehat saat ini. Masalahnya Sri Mulyani hampir dapat dipastikan tidak lagi menjabat Menkeu di pemerintahan yang baru nanti.

Itu sejumlah kekhawatiran yang kemungkinan terjadi pada masa mendatang. Dalam jangka pendek, saat ini negara juga tengah menghadapi kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Fenomena ini telah menggerus daya beli masyarakat yang seharusnya menguat dengan adanya berbagai macam bantuan sosial. Dengan demikian konsumsi masyarakat yang semula diharapkan meningkat menjadi lewat begitu saja.