image-accent

Daily Views

content accent Download PDF

Bursa Hari Ini

Friday , 06 Nov 2026 07:46

Global Update

Wall Street mengalami aksi jual tajam pada perdagangan Kamis (5/11), menghapus reli sehari sebelumnya setelah investor kembali melepas saham teknologi dan AI. Nasdaq anjlok 5,52%, S&P 500 turun 4,36%, dan Dow Jones terkoreksi 3,44%, menjadi penurunan harian terburuk sejak April 2025. Tekanan terutama berasal dari kekhawatiran bahwa kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela AS dapat memperlambat ekspansi pusat data dan siklus belanja modal AI, di tengah meningkatnya penolakan masyarakat terhadap dampak lingkungan serta kebutuhan listrik dan air. Saham Nvidia dan Broadcom masing-masing turun 9% dan 10%, sementara ETF semikonduktor SOXX merosot lebih dari 12%. Dari sisi makro, klaim awal pengangguran AS turun menjadi 189 ribu, mengindikasikan pasar tenaga kerja masih solid. Investor hari ini akan mencermati data NFP Oktober yang diperkirakan bertambah 65 ribu pekerjaan dengan tingkat pengangguran 4,2%. Sementara itu, inflasi produsen Zona Euro melonjak 11,1% YoY pada September, tertinggi sejak Februari 2023, meningkatkan perhatian terhadap ruang pelonggaran kebijakan ECB. Kenaikan suku bunga Bank of England sebesar 25 bps menjadi 4% juga mencerminkan tekanan inflasi yang masih menjadi tantangan bagi bank sentral global.

 

Market Movement

IHSG menguat 2,25% ke 5.030,26 pada Kamis (5/11), kembali menembus level psikologis 5.000 dengan dukungan penguatan sektor teknologi sebesar 4,60% dan basic materials 3,48%. Penguatan terjadi dengan breadth positif, yakni 440 saham naik dibandingkan 178 saham turun, meskipun investor asing masih mencatat net sell Rp65,53 miliar. Sentimen domestik terutama ditopang pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 sebesar 5,47% YoY, melampaui konsensus 5,20% dan meningkat dari 5,29% pada kuartal sebelumnya. Rupiah turut menguat 0,44% ke Rp18.075/US$, didukung pelemahan dolar AS serta data ekonomi domestik yang solid. Untuk perdagangan hari ini, perhatian pasar tertuju pada rilis cadangan devisa Oktober dan pengumuman kebijakan terbaru Devisa Hasil Ekspor (DHE), yang berpotensi memengaruhi pasokan valas serta stabilitas rupiah. Investor juga akan mencermati hasil RDK OJK, terutama terkait penguatan pengawasan pasar modal setelah IHSG terkoreksi 16,7% sepanjang Oktober dan asing mencatat net sell Rp16,88 triliun. Di sisi lain, kredit perbankan yang masih tumbuh 13,26% YoY serta rencana evaluasi insentif tax holiday menjadi penopang prospek domestik. Meski fundamental ekonomi relatif kuat, volatilitas Wall Street dan koreksi saham teknologi global berpotensi membatasi momentum penguatan IHSG. Pergerakan pasar selanjutnya akan dipengaruhi kemampuan indeks mempertahankan level 5.000, arus dana asing, stabilitas rupiah, serta respons investor terhadap rilis data tenaga kerja AS.

PT. Lotus Andalan Sekuritas secara default mengirim Daily View, Hot Topics & Opinion dan Market Rumor melalui email kepada seluruh Nasabah. Apabila Bapak/Ibu ingin menerima email ini kembali, klik Subscribe