image-accent

Daily Views

content accent Download PDF

Bursa Hari Ini

Wednesday, 23 Sep 2026 07:46

 Global Update

Pasar global bergerak relatif mixed menjelang perhatian investor tertuju pada perkembangan geopolitik dan pertemuan Trump-Xi. Nasdaq kembali mencetak rekor penutupan di 27.244,28 dengan kenaikan 0,45%, sementara S&P 500 turun tipis dan Dow Jones melemah 0,36%. Penurunan harga minyak menjadi salah satu katalis positif, dengan Brent turun 1,09% ke US$99,25/barel dan WTI -1,24% ke US$94,59/barel, seiring munculnya peluang diplomasi AS-Iran dan laporan potensi pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, tekanan belum sepenuhnya mereda karena DXY menguat ke sekitar 100,6 dan yield US Treasury 10Y kembali mendekati 5% di 4,97%. Pasar juga mencermati pertemuan Trump-Xi yang akan membahas tarif, AI, rare earth, serta sanksi terhadap Iran. Ke depan, kombinasi harga energi, arah yield Treasury, dan kebijakan bank sentral akan tetap menjadi faktor utama dalam menentukan risk appetite global, terutama setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 bps pekan lalu dan masih membuka ruang pengetatan lanjutan.

 

Market Movement

IHSG kembali terkoreksi tajam pada Selasa, turun 1,69% ke 6.277,04 dengan tekanan yang semakin luas, tercermin dari 533 saham melemah dibandingkan hanya 139 saham menguat. Nilai transaksi mencapai Rp14,5 triliun dengan volume 33,7 miliar saham, sementara investor asing masih mencatat net sell Rp131,72 miliar. Sektor energi menjadi pemberat utama dengan penurunan 3,9%, disusul properti (-2,0%) dan utilities (-1,5%), dengan BYAN, BBRI, DSSA, DCII, dan BRMS menjadi kontributor negatif utama. Rupiah juga kembali melemah 0,14% ke Rp17.850/US$ dan sempat menyentuh Rp17.896, sementara yield SBN 10Y bertahan di 7,120%. Untuk perdagangan hari ini, perhatian utama pasar tertuju pada keputusan BI setelah RDG September, dengan mayoritas konsensus masih memperkirakan BI Rate dipertahankan di 5,75%, meski sebagian responden membuka peluang kenaikan 25 bps ke 6,00% untuk merespons tekanan rupiah dan tingginya ketidakpastian global. Selain keputusan suku bunga, komunikasi Destry Damayanti sebagai Gubernur BI definitif akan menjadi perhatian, khususnya terkait strategi stabilisasi rupiah dan menjaga momentum pertumbuhan. Penurunan harga minyak di bawah US$100 menjadi katalis positif bagi tekanan inflasi, namun penguatan dolar dan yield Treasury tetap menjadi risiko bagi rupiah serta arus modal asing. Di sisi domestik, persetujuan tambahan produksi 15-20 juta ton batu bara pada tiga anak usaha BYAN dan kepastian harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026 menjadi katalis sektoral yang turut dicermati investor.

 CORPORATE

 

ISAT Bisnis AI Neocloud Proyeksikan Laba Bersih US$45 Juta Mulai 2027

Manajemen Indosat mengungkapkan bisnis AI Neocloud memiliki margin laba bersih sekitar 15%, dengan laba bersih diproyeksikan mencapai sekitar US$45 juta atau Rp805 miliar mulai 2027 dari kontrak pendapatan tahunan sekitar US$300 juta. Angka tersebut meningkat signifikan dari proyeksi laba bersih 2026 sekitar US$15 juta atau Rp268 miliar. Kapasitas akhir AI Neocloud mencapai 28 MW, sementara ekspansi AI data center berikutnya akan dilakukan melalui Zankore. ISAT memiliki 37% saham Zankore, yang sebelumnya belum diungkapkan ke publik. Dengan kapasitas Zankore yang ditargetkan mencapai 200 MW, potensi kontribusi laba ke ISAT diproyeksikan sekitar Rp2,9 triliun per tahun, naik dari estimasi sebelumnya Rp1,6ý2,4 triliun.

 

UNTR Penjualan Alat Berat, Batu Bara, dan Emas Masih Tertekan pada 8M26

United Tractors mencatat penjualan Komatsu sebanyak 2.689 unit selama 8M26, turun 21% YoY dan mencapai 67% target tahunan. Volume overburden turun 8% YoY menjadi 670,2 juta bcm, namun telah mencapai 74% target 2026. Penjualan batu bara turun 19% YoY menjadi 8,4 juta ton, sedangkan penjualan emas anjlok 74% YoY menjadi 42 ribu oz akibat tambang Martabe baru kembali beroperasi pada pertengahan Mei 2026. Di sisi lain, penjualan nikel mencapai 1,1 juta wmt, turun 26% YoY tetapi telah mencapai 88% target 2026.

 

MEDC Laba Bersih 1H26 Melonjak Hampir 9x Menjadi US$275 Juta

Medco Energi Internasional membukukan laba bersih US$208 juta pada 2Q26, melonjak dibandingkan US$13,1 juta pada 2Q25 dan US$67,3 juta pada 1Q26. Dengan demikian, laba bersih 1H26 mencapai US$275,3 juta, hampir 9x lipat dari US$30,7 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut didukung kenaikan pendapatan 23% YoY menjadi US$1,4 miliar serta perbaikan signifikan laba dari entitas asosiasi menjadi US$124 juta. Kontribusi terbesar berasal dari AMMN sebesar US$104 juta, berbalik dari rugi US$31,1 juta pada 1H25.

 

BSSR Bagikan Dividen Interim US$60 Juta, Yield Sekitar 7,4%

Baramulti Suksessarana akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar US$60 juta atau sekitar Rp406,2 per saham. Berdasarkan harga saham pada 22 September 2026, dividen tersebut mengindikasikan dividend yield sekitar 7,4%. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 29 September 2026, sementara pembayaran dividen akan dilakukan pada 9 Oktober 2026.

 


Futura Energi Global Siapkan Ekspansi ke Infrastruktur Air Minum

Futura Energi Global berencana memperluas bisnis ke sektor infrastruktur penyediaan air minum di samping bisnis energi terbarukan. Manajemen menilai kedua sektor memiliki karakteristik serupa, yakni aset berumur panjang yang melayani kebutuhan dasar masyarakat serta dapat menghasilkan pendapatan berulang melalui perjanjian jangka panjang. Rencana diversifikasi tersebut masih memerlukan persetujuan pemegang saham melalui RUPS, dengan jadwal pelaksanaan yang belum dirinci perseroan

 

Untuk mengetahui daftar saham dengan Notasi Khusus dapat dilihat melalui link berikut:

https://www.idx.co.id/id/perusahaan-tercatat/notasi-khusus/

 

Adapun daftar saham yang masuk dalam Papan Akselerasi dan Papan Pemantauan Khusus dapat dilihat melalui link berikut:

https://www.idx.co.id/id/data-pasar/data-saham/daftar-saham/

 

Sumber: Emitennews, Investor Daily, Kontan, Detik Finance,  Bisnis Indonesia.

 

PT. Lotus Andalan Sekuritas secara default mengirim Daily View, Hot Topics & Opinion dan Market Rumor melalui email kepada seluruh Nasabah. Apabila Bapak/Ibu ingin menerima email ini kembali, klik Subscribe