image-accent

Daily Views

content accent Download PDF

Bursa Hari Ini

Wednesday, 25 Mar 2026 07:37

Global Update

Bursa Wall Street kembali melemah setelah sebelumnya sempat menguat, mencerminkan ketidakpastian tinggi di pasar global. Indeks utama seperti S&P 500, Dow Jones Industrial Average, dan Nasdaq Composite kompak turun pada perdagangan terbaru. Pelemahan ini dipicu kebingungan investor terkait perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama setelah pernyataan Donald Trump soal negosiasi dengan Iran yang ternyata belum jelas kebenarannya. Ketegangan tetap tinggi karena konflik antara Israel dan Iran masih berlangsung, ditambah rencana pengerahan pasukan AS ke kawasan tersebut. Di sisi lain, harga minyak dunia melonjak tajam (Brent dan WTI), yang mendorong sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang masih mencatat kinerja positif di S&P 500 bulan ini. Secara keseluruhan, pasar diperkirakan akan bergerak fluktuatif (sideways) dalam jangka pendek hingga ada kejelasan lebih lanjut terkait konflik geopolitik dan arah kebijakan global.

 

Market Movement

Pasar keuangan Indonesia masih dibayangi volatilitas tinggi setelah libur Lebaran. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menguat pada perdagangan terakhir sebelum libur, namun secara keseluruhan masih dalam tren turun selama empat pekan dan telah terkoreksi lebih dari 20% sejak puncaknya di Januari 2026. Nilai tukar rupiah juga melemah mendekati Rp17.000/US$, dipengaruhi penguatan dolar AS dan arus keluar modal asing. Pasar keuangan Indonesia kembali dibuka pada Rabu (25/3/2026) setelah libur Lebaran dengan waktu perdagangan yang singkat, hanya tiga hari, namun diwarnai berbagai sentimen penting global dan domestik. Faktor utama yang memengaruhi pasar adalah memanasnya konflik IranýASýIsrael yang mendorong lonjakan harga minyak dan meningkatkan ketidakpastian global, serta naiknya imbal hasil obligasi AS akibat risiko inflasi dan kebijakan ketat Federal Reserve. Dari dalam negeri, investor menanti data uang beredar untuk melihat kondisi likuiditas ekonomi. Secara historis, pergerakan IHSG pasca-Lebaran cenderung fluktuatif karena penyesuaian terhadap sentimen global yang terjadi selama libur, dan kali ini indeks diperkirakan menghadapi tekanan akibat kombinasi faktor eksternal yang negatif.

CORPORATE

 

Laba 4Q25 BRMS Tertekan Beban Keuangan, Kinerja Operasional Tetap Solid

Bumi Resources Minerals membukukan laba bersih sebesar US$12,5 juta pada 4Q25, turun 19% secara kuartalan namun melonjak 43% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara tahunan, laba bersih 2025 mencapai US$50 juta atau naik 99% YoY, sejalan dengan estimasi konsensus. Pelemahan kinerja kuartalan terutama disebabkan oleh lonjakan beban keuangan yang meningkat tajam menjadi US$8,7 juta dari sebelumnya US$1,6 juta di 3Q25. Meski demikian, kinerja operasional menunjukkan perbaikan dengan laba usaha tumbuh 20% QoQ menjadi US$23,5 juta, didorong kenaikan signifikan harga jual rata-rata emas ke US$4.167/oz (+20% QoQ). Kenaikan harga ini mampu mengimbangi penurunan volume penjualan sebesar 13% QoQ menjadi 15.334 oz, yang dipengaruhi oleh aktivitas pushback selama periode 4Q25 hingga 1Q26.

 

Laba 4Q25 Vale Indonesia Tertekan Kenaikan Opex, Terdampak Biaya Restorasi

Vale Indonesia mencatat laba bersih sebesar US$24 juta pada 4Q25, turun 13% secara kuartalan namun melonjak 255% secara tahunan. Sepanjang 2025, laba bersih mencapai US$76 juta atau tumbuh 32% YoY, relatif sesuai dengan ekspektasi konsensus. Penurunan kinerja pada kuartal tersebut terutama disebabkan oleh melemahnya laba usaha yang turun tajam menjadi US$5 juta dari US$33 juta di 3Q25 dan US$10 juta di 4Q24. Hal ini dipicu oleh lonjakan beban operasional menjadi US$28 juta, meningkat signifikan dari US$9 juta pada kuartal sebelumnya dan US$17 juta pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan opex tersebut terutama berasal dari pembukuan biaya restorasi lingkungan sebesar US$15 juta yang seluruhnya diakui pada 4Q25. Dari sisi operasional, volume penjualan nickel matte tercatat 18.418 ton, turun 6% QoQ dan 4% YoY, dengan harga jual rata-rata US$12.308 per ton yang relatif stabil secara kuartalan namun sedikit melemah secara tahunan.

 

Pyridam Farma Siapkan Rights Issue 5,7 Miliar Saham untuk Ekspansi

Pyridam Farma berencana melakukan rights issue dengan menerbitkan hingga 5,7 miliar saham baru guna mendukung aksi akuisisi dan pengembangan bisnis. Hingga saat ini, perseroan belum mengungkapkan harga pelaksanaan maupun rasio penerbitan saham tersebut. Selain itu, aksi korporasi ini juga akan disertai dengan penerbitan waran, meskipun detail lebih lanjut masih belum disampaikan. Rencana rights issue tersebut dijadwalkan untuk mendapatkan persetujuan dalam RUPSLB yang akan digelar pada 22 April 2026.

 

Melonjak 36 Persen, Laba Grup Djarum (SUPR) Sentuh Rp1,32 Triliun

SUPR membukukan laba bersih sebesar Rp1,32 triliun sepanjang 2025, meningkat 36,08% dibandingkan Rp974,31 miliar pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar turut naik menjadi Rp1.164 dari Rp856. Pendapatan tercatat Rp1,91 triliun atau tumbuh 5,52% YoY, didorong kinerja operasional yang stabil. Dari sisi biaya, total beban pendapatan meningkat menjadi Rp495,92 miliar dari Rp473,41 miliar, seiring kenaikan penyusutan dan amortisasi serta beban pokok lainnya. Meski demikian, laba kotor tetap meningkat menjadi Rp1,41 triliun dari Rp1,34 triliun. Efisiensi terlihat pada penurunan beban umum dan administrasi menjadi Rp58,5 miliar dari Rp84,51 miliar, meskipun beban penjualan dan pemasaran sedikit naik. Hal ini mendorong laba usaha tumbuh menjadi Rp1,35 triliun dari Rp1,25 triliun. Secara keseluruhan, kinerja yang solid ini mengangkat laba tahun berjalan ke Rp1,32 triliun.

 

NCKL Ungkap Aksi Baru

NCKL mengungkap adanya transaksi afiliasi yang melibatkan entitas asosiasi dalam proyek pembangunan fasilitas tambang di Maluku Utara. PT Obi Nickel Cobalt (ONC), sebagai entitas asosiasi, menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) (APN) untuk penyediaan jasa konsultansi, penyusunan detail desain, sertifikasi, hingga pengurusan izin konstruksi Tailings Storage Facility (TSF) Obi-3. Nilai kontrak kerja sama tersebut mencapai Rp2,11 miliar dengan periode efektif mulai 1 Maret 2026 hingga 30 November 2026. Proyek ini berlokasi di Desa Kawasi, Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. Keterkaitan afiliasi dalam transaksi ini juga melibatkan PT Gane Tambang Sentosa (GTS), yang 99% sahamnya dimiliki oleh NCKL dan memiliki hubungan kepengurusan dengan APN.

 

Untuk mengetahui daftar saham dengan Notasi Khusus dapat dilihat melalui link berikut:

https://www.idx.co.id/id/perusahaan-tercatat/notasi-khusus/

 

Adapun daftar saham yang masuk dalam Papan Akselerasi dan Papan Pemantauan Khusus dapat dilihat melalui link berikut:

https://www.idx.co.id/id/data-pasar/data-saham/daftar-saham/

 

Sumber: Emitennews, Investor Daily, Kontan, Detik Finance,  Bisnis Indonesia. 

PT. Lotus Andalan Sekuritas secara default mengirim Daily View, Hot Topics & Opinion dan Market Rumor melalui email kepada seluruh Nasabah. Apabila Bapak/Ibu ingin menerima email ini kembali, klik Subscribe