Global Update
Wall Street ditutup menguat pada Senin (9/2) dipimpin oleh kebangkitan saham teknologi setelah tekanan besar pekan lalu. Dow Jones naik tipis 0,04%, sementara S&P 500 dan Nasdaq sama-sama naik 0,9%. Sektor teknologi di S&P 500 melesat 1,6%, dengan saham software naik lebih kuat lagi karena investor kembali optimistis terhadap prospek AI. Oracle melonjak hampir 10% setelah mendapat upgrade rekomendasi analis, dan Nvidia naik 2,5% menjelang laporan keuangannya akhir bulan. Sentimen positif juga dipicu komentar CEO OpenAI Sam Altman soal pertumbuhan penggunaan ChatGPT yang kembali kuat, memperbaiki mood pasar yang sebelumnya jenuh jual. Selain teknologi, sektor material ikut naik didorong reli harga emas dan perak. Sebaliknya, sektor defensif seperti kebutuhan pokok dan kesehatan melemah, dengan saham Waters anjlok tajam setelah proyeksi laba mengecewakan. Fokus pasar kini beralih ke data ekonomi penting AS minggu ini, terutama laporan tenaga kerja dan inflasi (CPI), yang akan sangat menentukan arah kebijakan The Fed. Saat ini pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama terjadi sekitar Juni. Secara keseluruhan, jumlah saham naik jauh lebih banyak daripada turun, dan banyak indeks mencetak rekor tertinggi baru, meski volume perdagangan relatif lebih sepi dari rata-rata.
Market Movement
Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam namun cenderung positif pada Senin (9/2/2026), dengan IHSG melonjak 1,22% ke 8.031 didorong saham sektor energi, barang baku, properti, serta emiten tambang besar seperti DSSA, BRMS, dan MDKA, sementara saham perbankan besar seperti BBCA justru menekan indeks. Nilai transaksi ramai dan kapitalisasi pasar ikut naik. Rupiah juga menguat 0,39% ke Rp16.795/US$ seiring pelemahan dolar global. Optimisme konsumen tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang naik ke 127, menandakan konsumsi rumah tangga masih solid, sementara BI dan The Fed memasuki fase pelonggaran suku bunga untuk mendukung ekspansi kredit dan stabilitas rupiah. Isu penting lain adalah potensi turunnya kelas Indonesia di MSCI, memicu perombakan besar di OJK dan BEI, termasuk kenaikan free float saham menjadi 15% dan peningkatan transparansi kepemilikan. Data penjualan ritel RI Desember 2025 yang akan dirilis hari ini diproyeksikan tumbuh 5,5ý6,3%. Secara keseluruhan, pasar diperkirakan tetap volatile dengan bias positif, tergantung realisasi data ritel dan respons global terhadap langkah kebijakan. Ke depan, pasar diperkirakan masih volatil karena investor menunggu rangkaian data ekonomi dari Indonesia, AS, dan China yang akan memengaruhi arah kebijakan bank sentral serta pergerakan IHSG dan rupiah.
CORPORATE
ISAT Bukukan Laba 4Q25 Melonjak 86% YoY, Kinerja 2025 Lampaui Konsensus
ISAT membukukan laba bersih sebesar Rp1,9 triliun pada 4Q25, tumbuh signifikan +86% YoY dan +54% QoQ. Dengan capaian tersebut, total laba bersih sepanjang 2025 mencapai Rp5,5 triliun (+12% YoY), setara 114% dari estimasi konsensus 2025F. Sementara itu, EBITDA 2025 meningkat tipis +1% YoY dengan margin tetap terjaga di kisaran 47%, sejalan dengan level tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, kinerja ISAT berada dalam koridor guidance manajemen, yang menargetkan pertumbuhan EBITDA low single digit serta pertumbuhan pendapatan di atas rata-rata industri.
PTBA Catat Volume Penjualan 2025 Naik 6% YoY, Porsi Ekspor Menguat di 4Q25
PTBA membukukan volume penjualan batu bara sebesar 11,7 juta ton pada 4Q25, turun tipis -3% QoQ namun masih tumbuh +1% YoY. Secara kumulatif, volume penjualan sepanjang 2025 mencapai 45,4 juta ton, meningkat +6% YoY. Pada kuartal tersebut, kontribusi pasar ekspor naik menjadi 52% dari total penjualan (+24% QoQ), sementara penjualan domestik menyumbang 48% dan mengalami penurunan -21% QoQ. Di sisi operasional, stripping ratio naik ke level 6,3x pada 4Q25 dibandingkan 5,7x di 3Q25. Namun untuk full-year 2025, stripping ratio tercatat turun menjadi 6,1x dari 6,2x pada 2024, sekaligus lebih rendah dari guidance manajemen sebesar 6,5x.
Entitas Grab Tambah Kepemilikan di SUPA, Borong Saham Senilai Rp667 M
A5ýDB Holdings Pte. Ltd., entitas usaha Grab Holdings Limited (Nasdaq: GRAB) sekaligus pemegang saham Super Bank Indonesia (SUPA), tercatat melakukan pembelian sekitar 724,2 juta saham SUPA pada periode 27 Januariý5 Februari 2026. Transaksi dilakukan pada harga rata-rata Rp922 per saham, dengan nilai total sekitar Rp667 miliar. Pasca aksi tersebut, kepemilikan langsung A5ýDB Holdings di SUPA meningkat dari sebelumnya 11,1% menjadi 13,23%.
Lampaui Target, KIJA Catat Marketing Sales Rp3,6 Triliun
KIJA mencatat kinerja gemilang sepanjang 2025 dengan membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) real estate Rp3,6 triliun, melampaui target Rp3,5 triliun. Capaian itu, merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, dan mencerminkan pertumbuhan 13 persen dibanding edisi sama 2024 senilai Rp3,19 triliun. Kinerja tersebut sekaligus menegaskan daya tarik kawasan industri tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global. Pada 2025, marketing sales Cikarang mencapai Rp1,1 triliun meningkat 5 persen secara tahunan (year-on-year), dari penjualan lahan dengan total luas 21,2 hektare seluruh segmen.
ADMF Jajakan Surat Utang Rp2,5 Triliun, Bunganya Segini
ADMF merancang surat utang Rp2,5 triliun. Itu terdiri dari obligasi berkelanjutan VII tahap III tahun 2026 senilai Rp2 triliun. Dan, sukuk mudharabah berkelanjutan VI tahap III tahun 2026 sebesar Rp500 miliar. Seluruh dana hasil obligasi berkelanjutan VII tahap III tahun 2026, untuk kegiatan pembiayaan konsumen sehubungan dengan kegiatan usaha perseroan. Seluruh dana hasil penawaran umum berkelanjutan Sukuk Mudharabah berkelanjutan VI tahap III tahun 2026, untuk hal-hal tidak bertentangan dengan syariah yaitu sebagai dana untuk pembiayaan kendaraan bermotor dengan menggunakan akad murabahah.
Untuk mengetahui daftar saham dengan Notasi Khusus dapat dilihat melalui link berikut:
https://www.idx.co.id/id/perusahaan-tercatat/notasi-khusus/
Adapun daftar saham yang masuk dalam Papan Akselerasi dan Papan Pemantauan Khusus dapat dilihat melalui link berikut:
https://www.idx.co.id/id/data-pasar/data-saham/daftar-saham/
Sumber: Emitennews, Investor Daily, Kontan, Detik Finance, Bisnis Indonesia.